Perjalanan Hidup Part 1
Kisah hidup saya
Halo semua, saya menulis blog ini karena ingin dapat mengingat segala momen yang pernah terjadi dalam hidup saya, saya tahu saya seorang yang sering lupa dan saya tidak ingin saya melupakan kisah hidup saya dari masa kecil.
Nama lengkap saya adalah Hafidz Putra Hartoko, nama ini yang diberikan oleh orang tua saya saat saya lahir pada tanggal 17 November 2009. Saya lahir di keluarga yang cukup mampu karena dari silisah ayah saya adalah seorang bangsawan keturunan kerajaan Mangkunegara.
Masa TK (2014-2016)
Saya tidak begitu mengingat momen saat TK apalagi sebelum TK, mungkin saya belum begitu spawn di dunia, hanya beberapa memori yang saya masih ingat. Pertama kali saya disekolahkan saya dimasukkan ke sebuah tempat bernama "Dunia Anak", saya hanya ingat secuil momen saat berada di sini, yaitu saya bermain di karpet yang ada di situ. Saya juga bertemu beberapa teman di sini, yang semuanya saya sudah tidak ingat, tapi masih terdapat daftar murid yang terpajang rapih di lantai 2 rumah saya. Saat ini tempat itu sudah dirobohkan dan dibangun bangunan baru, namun memori bahwa saya pernah di sana tidak akan terlupakan
Pindah dari Dunia Anak, saya dimasukkan ke semua Radautul Atfal (RA) yang berada di wilayah masjid dekat rumah saya. RA ini bernama Da'wah Islam, mengikuti nama masjid itu. Memori yang saya simpan cukup banyak, salah satunya di sinilah saya pertamakali jatuh cinta, saya dahulu belum paham apa itu cinta, saya hanya merasa bahwa ada seorang perempuan yang saya ingin selalu menatapnya, saya sering membayangkan momen saya bersama perempuan itu. Memori lain yang masih saya simpan adalah ketika suatu hari saya dan salah satu teman saya sedang mengobrol, satu waktu saya bergurau bahwa saya ingin mengajak murid di sana untuk main ke rumah saya, tiba-tiba dia kabur dan saya tidak tahu apa yang akan dia lakukan. Tiba-tiba keesokan harinya mereka benar-benar bermain ke rumah saya, mereka begitu senangnya ketika menemukan bahwa di rumah saya ada banyak mainan di lantai bawah maupun atas, saya berinteraksi dengan beberapa teman saya mengenai mainan yang saya punya. Momen lain yang saya ingat adalah ketika saya tidak sengaja bangun siang dan tidak masuk sekolah, saat itu seketika ibu saya diam tidak mau berkomunikasi dengan saya.
Komentar
Posting Komentar